“Pare ca na vijānanti mayaṃ ettha yamāmase ye ca tattha vijānanti tato sammanti medhagā”
Sebagian besar orang tidak menyadari bahwa dalam pertengkaran, mereka akan binasa. Namun, mereka yang mampu memahami kebenaran ini akan segera mengakhiri semua perselisihan. (Dhammapada: Yamaka Vagga, Syair 6).
Fenomena pertengkaran dalam rumah tangga sering kali menjadi topik yang dapat meretakkan hubungan jika tidak dikelola dengan komunikasi yang efektif antara kedua belah pihak. Penting untuk kita sadari bahwa komunikasi adalah pondasi utama dalam membangun kehidupan keluarga. Melalui komunikasi, kepercayaan dapat terbentuk atau justru memudar. Bahkan, komitmen pernikahan pun diucapkan dalam bentuk komunikasi saat pemberkatan. Komunikasi menjadi langkah awal seseorang untuk menyatakan niatnya menjalani hidup bersama dengan pasangan.
Namun, sering kali terjadi kesalahpahaman akibat kurangnya pengertian antara pengirim dan penerima pesan. Pemahaman yang sejalan dari kedua belah pihak diperlukan agar pesan tidak banyak tereduksi oleh gangguan. Pesan yang disampaikan oleh pasangan seharusnya dapat dipahami dengan jelas.
Terkadang pasangan menyampaikan pesan dalam bentuk kode atau sindiran yang sulit dimengerti oleh pihak lain. Bagi beberapa pasangan, hal ini dianggap sebagai lelucon atau bumbu dalam hubungan. Jika kedua belah pihak memahami dan menerima hal tersebut, tidak menjadi sebuah masalah. Namun, jika salah satu pihak merasa tertekan atau tidak nyaman dan enggan untuk menyampaikannya, maka hal ini berpotensi menjadi kekecewaan dan penyesalan. Sebab, komunikasi adalah aspek yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan rumah tangga.
Komunikasi yang tulus dan terbuka bukan sekadar saling bertukar kata, tetapi juga memahami makna di balik pesan yang disampaikan. Dalam kehidupan berumah tangga, penting untuk mengembangkan Brahmavihara (cinta kasih, kasih sayang, empati, dan keseimbangan batin) dalam setiap ucapan dan tindakan. Saat terjadi konflik dengan pasangan, ingatkan kembali pada alasan mengapa kita menerima pasangan dan mengucapkan ikrar pernikahan.
Makna ikrar pernikahan dalam pemberkatan Buddha bukan sekadar untuk diucapkan atau dihafalkan, melainkan untuk dipahami secara mendalam. Ikrar tersebut adalah janji untuk hidup bersama dalam suka dan duka. Namun, tidak jarang ikrar tersebut hanya dianggap formalitas tanpa dimaknai oleh pasangan yang melaksanakannya. Setiap majelis Agama Buddha mungkin memiliki kalimat ikrar yang berbeda, tetapi esensinya tetap sama yaitu janji untuk hidup bersama dalam menghadapi segala rintangan.
Oleh karena itu, penting bagi pasangan yang akan menikah untuk mengikuti bimbingan perkawinan. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sarana bagi calon pengantin untuk memahami tugas dan kewajiban sebagai suami istri. Bimbingan perkawinan dalam agama Buddha sebaiknya dijadikan syarat wajib sebelum terjadi proses perkawinan agar pasangan lebih siap secara mental dan emosional.
Sebagian besar kehidupan pernikahan adalah komunikasi dan diskusi bersama pasangan. Jadilah pasangan yang saling mendukung dan menciptakan suasana keluarga yang harmonis. Dukungan mental dan psikologis sangat penting dalam membangun keluarga yang sehat, bahagia, dan sejahtera. Seperti yang Buddha sampaikan dalam Aṅguttara Nikāya 5.198. Vācāsutta:
Dengan memiliki lima faktor, suatu ucapan diucapkan dengan baik, bukan diucapkan dengan buruk; ucapan itu tidak tercela dan di luar celaan oleh para bijaksana. Apakah lima ini? Ucapan itu diucapkan pada waktu yang tepat; apa yang dikatakan adalah benar; ucapan itu diucapkan dengan lembut; apa yang dikatakan adalah bermanfaat; ucapan itu diucapkan dengan pikiran cinta kasih.
Aditya Dhammajaya, S.Ag (Penyuluh Agama Buddha Kota Tarakan)
-
Untuk mengakses berbagai layanan Kementerian Agama, silakan kunjungi https://kemenag.go.id/layanan
.
Melalui portal ini, Anda dapat memperoleh informasi terkini mengenai, regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, publikasi digital, serta berita Kemenag dari pusat dan daerah.
Ikuti juga saluran Kementerian Agama di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb9xP10Fy72KZA2gk81S
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang baik dan benar